REDEK

Februari 25, 2007

Redek kadang mengguncang iman.

“Baa aka lai ko. Bareh maha. Lah redek awak kini mah,”kata seorang perempuan setengah baya kepada temannya, yang saya dengar di sebuah angkot tambangan Siteba-Pasar Raya Padang. Kata “redek” dari mulut perempuan tersebut, ternyata setelah melihat Kamus Lengkap Bahasa Minang yang disusun oleh Drs. Gouzali Saydam, Bc. TT dan diterbitkan Pusat Pengkajian Islam Minangkabau berarti bokek atau payah. Bokek dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka, artinya tidak punya uang. Tapi, redek dalam hal ini, tentu tak semata bokek, bisa jadi merupakan spirit dari kegetiran, pahitnya hidup.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

UDI

Februari 11, 2007

Kesialan menemani keberuntungan di sisi lain. Kita maudi pada ketidaksiapan menyambut realita.

Kata udi, maudi atau paudi tentu masih terdengar atau akrab oleh kita, sebagian orang Minang di zaman kini. Paling tidak, masih banyak yang tahu arti kata itu. Udi sama dengan sial. Maudi tentulah membuat atau menyebkan sial; paudi berarti suka sial. Udi juga sama dengan apes atau sarau atau nahas.

Baca entri selengkapnya »