SARIT

Juni 30, 2007

–yusrizal kw

Bersarit-sarit kemudian bermakna

Ada kata “sarit” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Dalam bahasa Minang pengucapannya menjadi sarik. “Sarit” dan “sarik” sama-sama berarti susah, sukar dan sulit.

Baca entri selengkapnya »


KALENCONG

Juni 24, 2007

–yusrizal kw

Terkalencong, tak hanya pada sasaran, tapi hati pun juga

Kalencong artinya tidak tepat pada sasaran. Bisa juga disebut sebagai menyimpang. Orang Minang, tentu kenal kata ini. Kalencong sama dengan kencong, tidak pas.Lain gatal lain pula yang digaruk. Orang ngantuk diberi tongkat, orang buta diberi bantal, kalencong juga namanya. Artinya, tidak tepat pada titik sasaran.Dalam mengartikan dan memaknai kata, kita kadang menemukan kata yang berarti atau bermakna sesungguhnya. Untuk kata “kalencong”, sesuai “kodrat” kata tersebut, arti dan maknanya bisa saja dikalencongkan oleh penggunanya.Baik untuk ungkapan positif, atau sebaliknya.Seorang teman, baru terpilih jadi ketua organisasi.

Baca entri selengkapnya »


KACAPUANG

Juni 17, 2007

Kacapuang, kadang kesenyapan yang menyala di hati

Dalam Kamus Umum Bahasa Minangkabau Indonesia yang dihimpun dan disusun oleh H. Abdul Kadir Usman Dt. Yang Dipatuan, terbitan Anggrek Media, terdapat kata “kacapuang”. Dalam kamus tersebut, kacapuang berarti rasa canggung. Takacapuang juga bisa dideskripsikan, suasana hati yang semula ramai, mungkin karena banyak tamu-tamu dekat, anak atau cucu tercinta, ketika tiba saatnya, mereka pamit dan pergi ke rumah masing-masing lantaran acara usai. Detik-detik awal sepeninggal mereka itulah, yang dirasakan hati, kurang lebih bisa disebut sebagai rasa yang terkacapuang.

Baca entri selengkapnya »


GAHAM

Juni 11, 2007

Setiap gaham ada maunya!

Kata “gaham” mulai kurang akrab—jarang digunakan orang Minang, terutama kaum mudanya saat ini. Kita lebih banyak memakai atau mendengar arti lainnya dalam kata yang umum pada bahasa Indonesia, yaitu gertak. Selain itu, gaham boleh juga disebut intimidasi, menakut-nakuti atau mengancam. Tesaurus Bahasa Indonesia terbitan Gramedia yang disusun Eko Endarmoko, telah terdapat kata “gaham” di dalamnya. Gaham, digaham, menggaham adalah kata yang kadang memberi warna untuk hidup kita. Ketika digaham, kita merasa terancam atau terhina sehingga ingin menggaham balik atau pasrah saja. Ada juga yang ketika sakit hati digaham, dia mencari orang lain untuk melindungi dirinya, pun untuk membalas gaham orang tersebut.

Baca entri selengkapnya »