Ruang Takut dalam Diri

November 3, 2010

Setiap kita memiliki ruang rasa takut dalam diri. Mungkin ia berada di hati dan pikiran. Ketika kita senang, nyaman, tak ada gangguan apa-apa, ruang rasa takut itu seakan sedang kosong. Kita bisa tertawa. Tersenyum dan bahkan bernyanyi riang. Saat itu, kegembiraan dan kedamaian adalah milik kita. Bagi yang bersyukur, ia akan berkata, Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang. Kita bisa merasakan nikmat hidup.
Baca entri selengkapnya »


TERSESAT DI JALAN YANG BENAR

Oktober 21, 2010

=Bagian 3 Tentang Wisran Hadi=

Tiba-tiba, ketika baru sampai di Jakarta, Buya Haji Darwas Idris, ulama ahli hadist dan Imam Besar Masjid Raya Muhammadiyah Padang mendadak sakit. Padahal, niatnya bertolak dari Padang singgah di Jakarta kemudian rencananya menuju Ponorogo  untuk memenuhi undangan panitia Muktamar Muhammadiyah / Majlis Tarjih di Ponorogo. Buya Darwas, begitu ia dikenal, akhirnya membatalkan niatnya ke Ponorogo. Acara penting bagi seorang ulama terkemuka Ranah Minang itu, dengan terpaksa tak bisa diikutinya. Ketika itu tahun 1969.

Baca entri selengkapnya »


MELUKIS KATA MENJADI BERJIWA

Oktober 21, 2010

=Bagian 2 Tentang Wisran Hadi=

Ketika tamat ASRI Yogyakarta tahun 1969, Wisran Hadi pulang ke Padang. Sebagaimana selama kuliah di Yogya, di Padang ia ingin tetap melukis. Tapi ia malah kecewa, sebab untuk membeli cat ketika itu, ia harus pergi ke Medan yang berjarak 400 km lebih dari Padang. Ini sangat menyulitkan, dan tentu mengganggu pikiran. Jelas, dalam soal biaya, termasuk harga cat dan ongkos ke Medan, dirasakan ketika itu sebagai suatu yang mustahil bisa diatasi.
Baca entri selengkapnya »


MENGGANGGU PIKIRAN DENGAN KATA

Oktober 21, 2010

=Bagian 1 tentang Wisran Hadi=

Karena lebih banyak melahirkan"wisran hadi" naskah drama dibanding novel dan cerita pendek, ditambah lagi ia juga seorang sutradara teater, maka tak heran kalau Wisran Hadi lebih kental disebut sebagai salah seorang tokoh teater Indonesia. Di dalam kehidupan kebudayaan Indonesia dan Kebudayaan Minangkabau, Wisran Hadi adalah seorang seniman yang fenomenal.
Baca entri selengkapnya »


Tuhan, Kuatkanlah Bahuku

Oktober 20, 2010

Jangan meminta beban yang ringan pada Tuhan. Mintalah bahu yang kuat!
(Karen Amstrong)

Dalam berdoa, atau ketika disuruh memilih, banyak orang ingin dimudahkan. Diberi keringanan. Dibantu dalam banyak hal. Tidak perlu memahami, betapa upaya yang pahit, jika berhasil, terasa manis. Bahwa kehidupan ini memerlukan proses, sehingga kelak, semua diyakini tidaklah sesuatu yang ada serta-merta.
Baca entri selengkapnya »


Terapi Linguistik untuk Penderita Stroke

Oktober 20, 2010

Dr H Gusdi Sastra MHum (Neorolinguist)

Hasil penelitiannya selama tiga tahun berkaitan dengan kajian fungsi otak dalam memproduksi bahasa terhadap penderita stroke, membuat Dr H Gusdi Sastra MHum, menjadi salah seorang neorolinguist penting di negeri ini. Pasalnya, sedikit orang yang mendalami ilmu bahasa (linguistik), yang aspek penerapannya adalah untuk terapi bagi penderita stroke, luasnya mereka yang menderita cacat bahasa atau bisa juga pada kalangan yang menderita gangguan saraf yang ada hubungannya dengan komunikasi.
Kepada Yusrizal KW dan S Metron M dari Padang Ekspres, Gusdi menerangkan, betapa penting dan perlunnya ilmu bahasa, untuk kemajuan, kebaikan umat manusia. “Bahasa menyatu dalam proses pikiran kita sendiri. Gagal berbahasa, berarti gagal dalam berpikir. Gagal dalam berpikir, gagal dalam mendidik diri untuk menjadi manusia,” katanya, sembari mengutip filsof besar Descartes, “Saya berpikir, maka dari itu saya ada….”  Baca entri selengkapnya »


73 TAHUN ARBY SAMAH, TAK PINDAH KE LAIN HATI

April 10, 2006

arbi dan istri

Oleh: Yusrizal KW

I

Sekitar tahun 1957, Konferensi Karet Sedunia diselenggarakan di Yogyakarta. Menurut rencana, Bung Karno akan meresmikan. Sekaitan dengan konferensi tersebut, diadakan pula pameran seni rupa se Indonesia. Salah satu patung abstrak karya Arby Samah diikutsertakan. Bahkan, karena dianggap bakal menarik hati Soekarno– karena pada masa itu nyaris tak ada patung beraliran abstrak—karya Arby dipamer di dekat pintu masuk ruang pameran. Itu berarti, ketika pengunjung datang, tentu juga kala presiden Soekarno masuk, bakal berhadapan langsung dengan patung Arby. Dalam hal ini, Soekarno adalah target utama untuk mengoleksi karya Arby.

Baca entri selengkapnya »