SENYUM AYAH SEDANG SAKIT

September 21, 2003

SEJAK pensiun jadi guru, ayah banyak berdiam diri. Ia tak pernah lagi tersenyum. Kadang aku berpikir nakal, jangan-jangan senyum ayah waktu masa pensiunnya tiba, tertinggal di dalam kelas. Kemudian murid-murid ayah menendang-nendangnya, atau piket pagi menyapunya dan membakar bersama sampah-sampah.

Baca entri selengkapnya »